Lawatan Presiden ke Uni-Eropa Hasilkan Kesepakatan Bisnis Senilai 20,5 Miliar US

0
158

batamtimes.co,Jakarta- Pemerintah Indonesia mengklaim membawa kesepakatan bisnis senilai 20,5 miliar dolar AS.Itu adalah buah dari lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke negara-negara Uni Eropa.

Klaim itu diungkapkan Tim Komunikasi Presiden Arie Dwipayana.Menurut Arie, dalam kunjungan lima hari presiden ke Uni Eropa, selain mengantongi kesepakatan bisnis senilai 20,5 miliar dolar AS, Indonesia juga berhasil menuntaskan negoisasi awal keikutsertaannya dalam Perjanjian Hubungan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa atau IEU-CEPA.

Pemerintah Indonesia melihat optimisme negara-negara Eropa ke Indonesia selama kunjungan Presiden Jokowi.

“Kalangan bisnis di sana percaya terhadap ekonomi kita, kebijakan deregulasi dianggap cukup positif,” kata Jokowi.

Dalam kunjungan Inggris, Indonesia mendapat komitmen investasi sebesar US$ 19,02 miliar. Investor yang tertarik untuk masuk ke Indonesia adalah Jardine Matheson dengan nilai investasi 7,5 miliar dolar AS dan HSBC senilai 1,2 miliar dolar AS

Lalu, British Petroleum (BP) Tangguh senilai US$ 8 miliar, Unilever dengan investasi 500 juta dolar AS.

Ada juga NVVogt Sinergi Buton Selatan dengan investasi 200 juta dolar AS, dan Nuovito dengan nilai 100 juta dolar AS.

Sedangkan dalam kunjungan ke Jerman, PT Aneka Tambang Tbk meneken nota kesepahaman (MOU) bisnis dengan Ferrostahl Cronimet senilai US$ 800 juta, lalu antara PT Perusahaan Pelayaran Indonesia atau Pelni dengan Myer Werft GmbH & Co senilai 40 juta dolar AS.

Ada juga komitmen kerjasama antara APRIL-Inava senilai 35 juta dolar AS.

Juga antara PT Pindad dengan Junggans Microtech dan PLN dengan Siemens.

Pada Jumat (22/4/2016), dalam forum bisnis yang dihadiri lebih dari 300 pebisnis Belanda, Indonesia juga menjaring kerja sama senilai 606,2 juta dolar AS.

“Ini menguatkan posisi Belanda sebagai sumber investasi utama,” kata Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani dalam keterangan resmi, Minggu (23/4

Empat kesepakatan bisnis itu meliputi sektor energi terbarukan dan infrastruktur sebesar 400 juta dolar AS, industri solar panel sebesar 185 juta dolar AS, agribisnis 10 juta dolar AS, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) maritim senilai 11,2 juta dolar AS.

Data BKPM menunjukkan, pada periode 2010-2015 realisasi investasi Belanda mencapai Rp 70 triliun dan menduduki peringkat keenam realisasi investasi di Indonesia.

Sementara Inggris berada di posisi 16 dengan realisasi investasi senilai Rp 31 triliun.

Sementara itu komitmen investasi dari negara Eropa pada Januari 2016 mencapai Rp 6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan nilai di periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 670 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here