PT.Saricotama Hendak Ditutup DPRD Karimun , Ratusan Warga Terancam Kehilangan Pekerjaan

0
252
450 tenaga kerja yang merupakan warga setempat menggantungkan hidup pada PT.Saricotama Indonesia.

batamtimes.co , Karimun – Ratusan warga Tanjungbatu yang bekerja di PT.Saricotama Indonesia, resah terancam kehilangan pekerjaan menyusul pernyataan DPRD Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta agar perusahaan itu ditutup dengan alasan permasalahan perizinan.

“Lantas kami mau kerja apa, apa kami harus jadi ‘penyamun’ (perampok). Ratusan orang yang bekerja di sini (PT.Saricotama Indonesia), mau kerja apa lagi kalau ini ditutup?,” kata salah seorang pekerja PT.Saricotama Indonesia, Samad di tempat kerjanya, Kecamatan Tanjungbatu Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, Minggu.

Samad mengatakan sebanyak 450 tenaga kerja yang merupakan warga setempat menggantungkan hidup pada perusahaan tersebut, sehingga wacana ditutupnya perusahaan itu oleh DPRD Karimun, dalam rapat dengar pendapat beberapa hari lalu, dianggap tidak tepat dan bahkan dia anggap mengintimidasi masyarakat.

“Sebanyak 450 orang yang kerja disini, kalau ini ditutup, kami mau kerja apa? kami mau makan apa? Apa mau anggota dewan itu ngasi makan kami?,” keluh Samad.

Dirinya menyesalkan sikap anggota DPRD Karimun tersebut yang tidak memihak pada kepentingan hajat hidup orang banyak yang telah menggantungkan hidup pada perusahaan tersebut.

“Tidak sepantasnya anggota dewan seperti itu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT.Saricotama Indonesia, Basri Tio mengakui jika anggota DPRD Karimun telah melakukan kunjungan ke perusahaannya beberapa waktu lalu.

“Ya, memang ada mereka (anggota DPRD Kabupaten Karimun) kemari. Sekarang kami yang dipersalahkan itu apa? Kalau memang izinnya yang salah, kasi tau la,” kata Basri Tio saat dihubungi dari Tanjungbatu.

Dirinya mengatakan, pihaknya tidak ada berniat dengan sengaja untuk melanggar aturan-aturan seperti yang ditudingkan. Pihaknya juga akan mengurus segala bentuk perizinan jika memang itu merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan.

“Kami urus, asal dikasi tau apa aja yang harus kami lengkapi,” katanya.

 

(red/ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here